Festival Lampu Colok, Menjaga Tradisi Melayu Lama

Salah satu hiasan lampu colok yang ada di lokasi acara tapi yang ini aku tak yakin apa motifnya 640x426 Festival Lampu Colok, Menjaga Tradisi Melayu Lama

Lampu Colok adalah tradisi melayu lama, terutama masyarakat melayu pesisir. Tradisi ini bermula ketika pada masa dahulu, pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan, masjid atau mushola akan semakin ramai dipenuhi oleh masyarakat. Dan pada sepuluh hari terakhir ini, masyarakat yang pergi ke masjid atau mushola, pulangnya semakin larut malam. Karena itulah dibuat banyak lampu colok untuk menerangi jalan, atau digunakan sebagai obor bagi masyarakat.

Walaupun tradisi sepuluh hari terakhir semakin ramai ke mesjid itu mungkin sekarang sudah tidak berlaku lagi, tapi pemerintah dan masyarakat kota Pekanbaru serta beberapa kabupaten di provinsi Riau masih terus melestarikan tradisi lampu colok ini. Sekarang lampu colok dibuat dengan berbagai hiasan dan motif-motif cantik. Lampu-lampu colok ini akan diperlombakan antar kecamatan atau kelurahan se Kota Pekanbaru.

Untuk tahun 2011 ini Festival Lampu Colok dipusatkan di lapangan Bukit, Senapelan – Pekanbaru.

 

 

Incoming search terms:

lampu colok,tradisi melayu,lampu pelaminan,festival lampu colok pekanbaru,tradisi lampu colok,tradisi lampu colok pekanbaru

Related posts:

  1. Foto Pelaminan Melayu
  2. Petang Megang, Tradisi Menyambut Ramadhan di Pekanbaru
  3. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1431 H
  4. World Walking Day 2010 di Pekanbaru
  5. Riau Magician Community, Road to Theatrical Magic

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>